<< Artikel sebelumnya “Pengenalan WebGIS dan MapServer”
Untuk memanfaatkan fungsionalitasnya yang paling sederhana sekalipun, MapServer akan selalu membutuhkan minimal sebuah mapfile. Mapfile merupakan file teks biasa yang berekstensi *.map yang akan mendeskripsikan apa dan dimana sumber datanya, dan bagaimana cara data tersebut harus ditampilkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami struktur mapfile ini terlebih dahulu sebelum memasuki bahasan selanjutnya.
Sebelum benar-benar menggunakan MapServer untuk pertama kalinya, pengguna harus membuat file teks yang berekstensi *.map. File yang disebut mapfile tersebut memiliki ketentuan-ketentuan penulisan sebagai berikut:
- Teks pada mapfile tidak bersifat case-sensitive.
- Penulisan string yang berisi campuran beberapa karakter non-alphanumerik (selain karakter huruf dan angka) atau keywords milik MapServer harus diapit oleh tanda petik ganda ( “ ).
- Setiap mapfile dapat digunakan untuk mendefinisikan (secara default) maksimal 50 layer peta.
- Penulisan path lokasi file bisa dilakukan secara absolut maupun relatif.
- Susunan atau isi mapfile memiliki hierarki struktur dengan objek “MAP” sebagai “root”. Sementara objek-objek lainnya berada di bawah objek ini.
- Pengguna dapat menambahkan baris-baris komentar di dalam mapfile dengan cara mengawali komentar tersebut dengan karakter pagar (#).
Sebagai contoh pertama kita, berikut ini adalah isi mapfile sederhana yang dapat digunakan untuk menampilkan sebuah layer peta di dalam program aplikasi browser internet. Namun sebelum itu silahkan download file data.zip yang ada di alamat http://www.4shared.com/file/cPDkWoIK/data.html, kemudian ekstrak ke direktori C:\ms4w\apps\latih\ sehingga pada direktori tersebut terdapat direktori “data”.
Silahkan Anda tulis isi mapfile berikut ini pada program editor teks sederhana seperti Notepad, kemudian simpan di direktori C:\ms4w\apps\latih\map\ dengan nama file asean.map:
#
# Komentar untuk mapfile
#
MAP # tanda awal mapfile
NAME Indonesia # nama mapfile
IMAGETYPE JPEG # bisa juga GIF, PNG
EXTENT 73.33 -10.28 160.20 5.80 # B1,L1,B2,L2
STATUS ON
UNITS DD
SIZE 600 400 # ukuran image yang dihasilkan
SHAPEPATH “../data/asean/” # bisa juga “<drive>:\ms4w\……\data\asean\”
IMAGECOLOR 108 166 205
#
# Mulai pendefinisian layer
#
LAYER # tanda awal definisi layer
NAME Asean # nama layer
DATA Asean-oceania # nama shapefile “Acean-oceania.shp”
STATUS ON # layer dimunculkan
TYPE POLYGON # untuk tipe poligon
CLASS
NAME “Asean”
STYLE
COLOR 255 255 255 # warna latar putih
OUTLINECOLOR 108 166 205 # warna batas luar poligon
END # akhir style
END #akhir class
END #akhir definisi layer
END # akhir mapfile
Keterangan (sesuai urutan baris):
- MapFile tersebut memiliki objek MAP yang bernama “Indonesia”
- File sementara yang dihasilkan oleh MapServer nantinya berupa file JPEG (bisa juga berupa GIF maupun PNG).
- Jangkauan batas koordinat peta adalah (73.33,-10.28); (160.20,5.80). Nilai-nilai tersebut diambil dari (sebagian) cakupan peta aslinya.
- Semua layer dimunculkan (STATUS ON).
- Satuan koordinat peta dalam derajat (DD). Digunakan untuk menentukan scalebar dan komputasi lainnya yang terkait dengan koordinat & skala.
- Ukuran (resolusi) gambar yang dihasilkan adalah 600×400 pixel.
- Data spasial yang digunakan berlokasi di “../data/asean” (relatif terhadap folder dimana mapfile berada).
- Warna latar pada peta adalah warna biru muda (RGB: 108 166 205). Untuk memudahkan dalam memilih warna, Anda bisa menggunakan tool ColorPic yang dapat di download di internet.
- Pada peta “Indonesia” tersebut, terdapat layer yang bernama “Asean”.
- Nama shapefile yang digunakan untuk layer “Asean” tersebut adalah “Asean-oceania.shp”.
- Layer tersebut statusnya dimunculkan (STATUS ON).
- Di dalam layer “Asean” terdapat unsur-unsur spasial yang bertipe poligon dengan nama “Asean” juga.
- Kelas “Asean” akan disajikan dengan warna latar putih (RGB: 255 255 255) dengan garis tepi warna biru muda yang sama dengan warna latar peta.
Pada contoh sederhana di bagian sebelumnya, kita lihat bahwa secara garis besar mapfile terdiri dari 5 bagian: Map, Layer, Class, Label, dan Style. Kita akan bahas 5 bagian tersebut satu-per-satu.
Objek ini mendefinisikan objek master milik mapfile, yang isinya adalah parameter-parameter global untuk peta yang akan ditampilkan.
#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
...
END # AKHIR MAP
Objek ini paling sering digunakan untuk mendefinisikan layer-layer yang kemudian membentuk peta. Urutan penempatan layer di peta adalah sesuai dengan urutan penulisannya. Artinya, layer yang paling dulu dituliskan akan ditempatkan di bagian paling bawah dari peta.
#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
LAYER
...
END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP
Objek ini digunakan untuk mendefinisikan kelas tematik untuk suatu layer. Jadi bisa dikatakan, setiap layer pasti memiliki paling tidak satu kelas. Ketika layer memiliki lebih dari satu kelas, maka kelas-kelas tersebut dibedakan oleh nilai-nilai yang terkait beserta ekspresi yang digunakan untuk mengevaluasinya. Mengenai ekspresi akan dibahas di bagian selanjutnya.
#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
LAYER
...
CLASS
...
END # AKHIR DEFINISI CLASS
...
END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP
Objek ini digunakan untuk mendefinisikan anotasi suatu unsur dalam peta. Selain itu, label juga dapat dijadikan sebagai simbol.
#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
LAYER
...
CLASS
...
LABEL
...
END # AKHIR DEFINISI LABEL
...
END # AKHIR DEFINISI CLASS
...
END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP
Objek ini digunakan untuk menentukan parameter-parameter simbol yang dipakai. Dengan adanya objek ini, setiap kelas dapat memiliki simbol dengan tipe, ukuran, dan warna tersendiri.
#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
LAYER
...
CLASS
...
STYLE
...
END # AKHIR DEFINISI STYLE
LABEL
...
END # AKHIR DEFINISI LABEL
...
END # AKHIR DEFINISI CLASS
...
END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP
Untuk menampilkan peta pertama kita, silahkan buka melalui browser dengan perintah:
http://localhost:1111/cgi-bin/mapserv.exe?map=<drive>:\ms4w\apps\latih\map\asean.map&¿ mode=map&layers=all

Atau, untuk lebih mudahnya kita buat suatu file html yang isinya adalah sebagai berikut:
<html>
<head>
<title> Belajar Mapserver</title>
</head>
<body>
<h1> Contoh-contoh Belajar Mapserver</h1>
<h3>Menu</h3>
<ul>
<li><a href="contoh_01.html">Menampilkan Peta Sederhana</a></li>
</ul>
</body>
</html>
Simpanlah dengan nama file peta.html di direktori C:\ms4w\apps\latih\htdocs\
Selanjutnya, buatlah file html baru yang isinya adalah sebagai berikut:
<img border="1" src="http://localhost:1111/cgi-bin/mapserv.exe?map=c:\ms4w\apps\latih\map\asean.map&mode=map&layers=all">
Simpanlah dengan nama file contoh_01.html dan simpan di C:\ms4w\apps\latih\htdocs\. Pada browser bukalah alamat http://localhost:1111/latih/peta.html sehingga akan muncul tampilan seperti berikut ini.

Ketika link yang ada pada halaman tsb di klik, akan muncul tampilan peta seperti pada gambar sebelumnya. 
Oke… selamat… sampai tahap ini Anda sudah berhasil menampilkan peta di browser… itu sudah disebut dengan “WebGIS” loh… tapi masih amat-sangat-sederhana-sekali… 


Tulisan selanjutnya akan membahas bagaimana menampilkan layer ganda… staytuned… (harusnya ga lama sih) 
Komentar Terakhir