02
Agu
07

My Euphorbia

Euphorbia adalah salah satu tanaman yang sedang populer akhir2 ini. Ciri khas Euphorbia tampak pada batangnya yang diselimuti duri. Ada duri tunggal, ada pula yang ganda, bahkan ada duri yang berkelompok. Duri itu ada yang tajam panjang, ada pula yang pendek. Bagi orang Thailand, duri-duri yang tajam itu “dianggap” mampu mengusir roh-roh jahat.

Euphorbia_milii_var._splendens,_flower Daunnya lazimnya berwarna hijau, meski ada pula yang kemerahan. Ukuran panjang daun sekitar 3 – 8 cm. Bentuknya macam-macam, antara lain simetris berujung lancip, lurus berujung lancip, oval berujung lancip dan sebagainya. 
Bagaimana dengan bunganya? Yang disebut bunga biasanya mahkota bunga. Padahal, yang disebut mahkota bunga Euphorbia sebenarnya adalah seludang bunga. Mahkota bunga muncul membentuk sebuah dompolan, sehingga bunga-bunga itu bisa menutupi sekujur batangnya.

Di Thailand ada mitos soal Euphorbia, yakni jumlah bunganya yang selalu merupakan kelipatan delapan. Angka delapan, menurut orang Thailand, adalah angka keberuntungan. Makanya, Euphorbia dianggap sebagai bunga keberuntungan. Mungkin mitos itulah yg membuat Euphorbia saat ini begitu banyak diburu orang, terutama untuk yang batangnya unik.

Informasi terakhir menyebutkan, di Thailand sudah tersedia hampir 100 warna bunga Euphorbia. Bagaimana bisa? Ya, semua itu karena upaya rekayasa genetik terus-menerus, sehingga memunculkan warna-warna gradasi. Contohnya warna putih, merah, atau kuning dengan segala gradasinya, termasuk warna hijau, ungu dan sebagainya.

Euphorbia Saat ini saya cuma punya satu jenis Euphorbia. Kalau dari bentuk bunganya, saya “mencurigai” kalau Euphorbia saya jenisnya Euphorbia milii. Pas waktu beli sih bunganya banyak… berwarna merah… kemudian sehabis merah berwarna kuning dan hijau (3 warna!!!). Tapi setelah itu jadi ga pernah berbunga lagi. Saya kasih pupuk… malah batang (dan daunnya) aja yang terus tumbuh, sedangkan bunganya ga muncul lagi. Tapi, akhir2 ini jadi rajin banget berbunga. Ternyata saya baru tau kalau pengen dia berbunga… disiramnya seminggu s/d 2 minggu sekali aja. Kalau rajin disiram… malah daun yg tumbuh.

Kesimpulannya… Euphorbia tidak suka media yang basah, tetapi juga jangan sampai medianya kekeringan.

Sumber:

  • Tulisan: Tabloid Nova 
  • foto1:  Euphorbia milii var. splendens (Sumber: Wikipedia)
  • foto2:  Euphorbia saya.

3 Responses to “My Euphorbia”


  1. Agustus 4, 2007 pukul 2:13 am

    Awal2 baca itu earphobia… Ketakutan terhadap telingakah?? Aneh tuh…

    –komen gak penting–

  2. 2 ruri
    Oktober 29, 2007 pukul 1:30 pm

    saya telah jatuh cinta terhadap euphorbia…. tapi saat ini masih dalam proses pengenalan macam dan perawatannya. mohon bantuannya ya…

  3. Oktober 30, 2007 pukul 12:52 am

    Saya cuma punya satu jenis aja Euphorbia-nya… jadi belum menguasai mengenai teknik2 perawatan yang baik. Soalnya saya lebih jatuh cinta sama tanaman karnivora.😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


arioss

Arsip

Blog Stats

  • 68,494 hits

RSS Fokus ITB

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: