21
Mei
08

Lost in Hyperspace: Apa dan Bagaimana Penanggulangannya?

“Lost in Hyperspace” (LIH) – suatu istilah yang hanya berlaku di dunia maya (internet) – merupakan suatu permasalahan yang bermula ketika penggunaan teknologi hypertext pada internet mulai diterapkan dalam pembuatan dokumen untuk menghubung-hubungkan suatu dokumen dengan dokumen yang lain melalui
elemen yang disebut dengan hyperlink.

Sejak dulu dokumen-dokumen yang terdiri dari bermacam-macam bidang bahasan sudah banyak sekali jumlahnya. Bahkan karena banyaknya tersebut, menyebabkan sulitnya pengorganisasian yang berakibat sulitnya pencarian; terutama pencarian beradasarkan bahasan (topik) tertentu. Misalnya jika ingin melakukan suatu penelitian, hasil-hasil dari penelitian yang sudah ada sebelumnya dan berkaitan tentunya harus ditemukan terlebih dahulu untuk dijadikan bahan rujukan.

Masalahnya muncul ketika hasil-hasil penelitian tersebut tidak/sulit ditemukan. Walaupun dengan adanya internet dokumen-dokumen seperti itu akan sangat mudah dipublikasikan ke seluruh dunia, namun masalah muncul kembali ketika suatu dokumen yang terkait dengan dokumen lainnya sulit juga diorganisir. Dalam artian jika seseorang sedang membaca suatu dokumen, kemudian memerlukan dokumen lain yang ada kaitannya sebagai pelengkap, maka pencarian dokumen tersebut masih menjadi masalah. Hal ini disebabkan karena banyaknya informasi yang ada. Jadi apa yang harus dilakukan untukmenangani kesulitan ini?

Jawaban dari masalah tersebut adalah Hypertext – yang secara umum merupakan kumpulan teks yang memiliki link (hyperlink) ke dokumen lain. Hyperlink berfungsi untuk memudahkan pengorganisasian publikasi dokumen-dokumen (terutama hasil penelitian) yang semakin lama semakin bertambah. Kita sebagai pembaca akan mudah sekali berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya tanpa melakukan pencarian terlebih dahulu karena oleh pembuat dokumen tersebut sudah disertakan. Tentunya, dengan hyperlink ini permasalahan yang muncul akibat banyaknya informasi sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Namun, Hypertext juga memiliki permasalahan tersendiri. Salah satunya adalah pertumbuhan informasi yang luar biasa besar. Walaupun keunggulan utamanya adalah hyperlink, bukan tidak mungkin seseorang bisa melalui suatu “rantai” dokumen yang panjang yang semakin lama semakin tidak berhubungan dengan topik yang sedang ditelusurinya. Hal ini sering disebut dengan “disorientation”, yang berarti suatu kecenderungan seseorang untuk kehilangan arahnya dalam suatu informasi yang tidak linear. Hal inilah yang disebut dengan istilah “lost in hyperspace” (LIH).

Berdasarkan penelitian, LIH merupakan masalah psikologis (user) dan engineering (author)? Sehingga dalam penanggulangannya pun berbeda.

  • Jika merupakan masalah psikologis (user), solusinya adalah membangun suatu antarmuka grafis yang sebisa mungkin memudahkan (user-friendly). Diharapkan dengan mekanisme seperti ini, user bisa melakukan eksplorasi terhadap dokumen-dokumen (informasi) secara terfokus.
  • Jika merupakan masalah engineering (author), solusinya adalah dengan memperbaiki desain sistemnya. Maksudnya, author sendiri kadang suka “tersesat” ketika melakukan proses desain dan pembuatan dokumen hypertext. Sehingga hasilnya adalah dokumen yang struktur link-nya “ruwet”.

Secara logika, user hanya memegang prinsip “tinggal pakai saja”. Walaupun tidak seluruhnya masalah ada pada author, tetapi perbaikan di “sektor” engineering ini akan berdampak sangat besar pada user. Untuk itu dibutuhkan suatu alat bantu (tool) bagi author untuk menangani kompleksitas struktur informasi yang akan dibuatnya, sehingga menghasilkan dokumen yang memudahkan user untuk berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya dengan benar-benar terarah dan sesuai dengan topiknya.

Referensi:

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di website sony-ak.com


0 Responses to “Lost in Hyperspace: Apa dan Bagaimana Penanggulangannya?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


arioss

Arsip

Blog Stats

  • 68,494 hits

RSS Fokus ITB

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: