07
Feb
11

[WebGIS 2] – MapFile pada MapServer

<< Artikel sebelumnya “Pengenalan WebGIS dan MapServer”

Untuk memanfaatkan fungsionalitasnya yang paling sederhana sekalipun, MapServer akan selalu membutuhkan minimal sebuah mapfile. Mapfile merupakan file teks biasa yang berekstensi *.map yang akan mendeskripsikan apa dan dimana sumber datanya, dan bagaimana cara data tersebut harus ditampilkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami struktur mapfile ini terlebih dahulu sebelum memasuki bahasan selanjutnya.

 

Tentang MapFile

Sebelum benar-benar menggunakan MapServer untuk pertama kalinya, pengguna harus membuat file teks yang berekstensi *.map. File yang disebut mapfile tersebut memiliki ketentuan-ketentuan penulisan sebagai berikut:

  • Teks pada mapfile tidak bersifat case-sensitive.
  • Penulisan string yang berisi campuran beberapa karakter non-alphanumerik (selain karakter huruf dan angka) atau keywords milik MapServer harus diapit oleh tanda petik ganda ( “ ).
  • Setiap mapfile dapat digunakan untuk mendefinisikan (secara default) maksimal 50 layer peta.
  • Penulisan path lokasi file bisa dilakukan secara absolut maupun relatif.
  • Susunan atau isi mapfile memiliki hierarki struktur dengan objek “MAP” sebagai “root”. Sementara objek-objek lainnya berada di bawah objek ini.
  • Pengguna dapat menambahkan baris-baris komentar di dalam mapfile dengan cara mengawali komentar tersebut dengan karakter pagar (#).

 

Contoh Pembuatan MapFile Sederhana

Sebagai contoh pertama kita, berikut ini adalah isi mapfile sederhana yang dapat digunakan untuk menampilkan sebuah layer peta di dalam program aplikasi browser internet. Namun sebelum itu silahkan download file data.zip yang ada di alamat http://www.4shared.com/file/cPDkWoIK/data.html, kemudian ekstrak ke direktori C:\ms4w\apps\latih\ sehingga pada direktori tersebut terdapat direktori “data”.

Silahkan Anda tulis isi mapfile berikut ini pada program editor teks sederhana seperti Notepad, kemudian simpan di direktori C:\ms4w\apps\latih\map\ dengan nama file asean.map:

#
# Komentar untuk mapfile
#
MAP        # tanda awal mapfile
   NAME Indonesia        # nama mapfile
   IMAGETYPE JPEG        # bisa juga GIF, PNG
   EXTENT  73.33 -10.28 160.20 5.80    # B1,L1,B2,L2
   STATUS ON
   UNITS DD
   SIZE 600 400            # ukuran image yang dihasilkan
   SHAPEPATH  “../data/asean/”    # bisa juga “<drive>:\ms4w\……\data\asean\”
   IMAGECOLOR 108 166 205    

   #
   # Mulai pendefinisian layer
   #
   LAYER                # tanda awal definisi layer
      NAME Asean            # nama layer
      DATA Asean-oceania        # nama shapefile “Acean-oceania.shp”
      STATUS ON            # layer dimunculkan
      TYPE POLYGON            # untuk tipe poligon
      CLASS
         NAME “Asean”
         STYLE
            COLOR 255 255 255        # warna latar putih
            OUTLINECOLOR 108 166 205    # warna batas luar poligon
         END    # akhir style
      END    #akhir class
   END        #akhir definisi layer
END     # akhir mapfile

 

Keterangan (sesuai urutan baris):

  • MapFile tersebut memiliki objek MAP yang bernama “Indonesia”
  • File sementara yang dihasilkan oleh MapServer nantinya berupa file JPEG (bisa juga berupa GIF maupun PNG).
  • Jangkauan batas koordinat peta adalah (73.33,-10.28); (160.20,5.80). Nilai-nilai tersebut diambil dari (sebagian) cakupan peta aslinya.
  • Semua layer dimunculkan (STATUS ON).
  • Satuan koordinat peta dalam derajat (DD). Digunakan untuk menentukan scalebar dan komputasi lainnya yang terkait dengan koordinat & skala.
  • Ukuran (resolusi) gambar yang dihasilkan adalah 600×400 pixel.
  • Data spasial yang digunakan berlokasi di “../data/asean” (relatif terhadap folder dimana mapfile berada).
  • Warna latar pada peta adalah warna biru muda (RGB: 108 166 205). Untuk memudahkan dalam memilih warna, Anda bisa menggunakan tool ColorPic yang dapat di download di internet.
  • Pada peta “Indonesia” tersebut, terdapat layer yang bernama “Asean”.
  • Nama shapefile yang digunakan untuk layer “Asean” tersebut adalah “Asean-oceania.shp”.
  • Layer tersebut statusnya dimunculkan (STATUS ON).
  • Di dalam layer “Asean” terdapat unsur-unsur spasial yang bertipe poligon dengan nama “Asean” juga.
  • Kelas “Asean” akan disajikan dengan warna latar putih (RGB: 255 255 255) dengan garis tepi warna biru muda yang sama dengan warna latar peta.

 

Objek-objek di dalam MapFile

Pada contoh sederhana di bagian sebelumnya, kita lihat bahwa secara garis besar mapfile terdiri dari 5 bagian: Map, Layer, Class, Label, dan Style. Kita akan bahas 5 bagian tersebut satu-per-satu.

 

Map

Objek ini mendefinisikan objek master milik mapfile, yang isinya adalah parameter-parameter global untuk peta yang akan ditampilkan.

#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
...
END # AKHIR MAP
 

Layer

Objek ini paling sering digunakan untuk mendefinisikan layer-layer yang kemudian membentuk peta. Urutan penempatan layer di peta adalah sesuai dengan urutan penulisannya. Artinya, layer yang paling dulu dituliskan akan ditempatkan di bagian paling bawah dari peta.

#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
  LAYER
  ...
  END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP

 

Class

Objek ini digunakan untuk mendefinisikan kelas tematik untuk suatu layer. Jadi bisa dikatakan, setiap layer pasti memiliki paling tidak satu kelas. Ketika layer memiliki lebih dari satu kelas, maka kelas-kelas tersebut dibedakan oleh nilai-nilai yang terkait beserta ekspresi yang digunakan untuk mengevaluasinya. Mengenai ekspresi akan dibahas di bagian selanjutnya.

#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
  LAYER
  ...
     CLASS
     ...
     END # AKHIR DEFINISI CLASS
  ...
  END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP

 

Label

Objek ini digunakan untuk mendefinisikan anotasi suatu unsur dalam peta. Selain itu, label juga dapat dijadikan sebagai simbol.

#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
  LAYER
  ...
     CLASS
     ...
       LABEL
       ...
       END # AKHIR DEFINISI LABEL
     ...
     END # AKHIR DEFINISI CLASS
  ...
  END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP

 

Style

Objek ini digunakan untuk menentukan parameter-parameter simbol yang dipakai. Dengan adanya objek ini, setiap kelas dapat memiliki simbol dengan tipe, ukuran, dan warna tersendiri.

#
# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN
#
MAP
...
  LAYER
  ...
     CLASS
     ...
       STYLE
       ...
       END # AKHIR DEFINISI STYLE
       LABEL
       ...
       END # AKHIR DEFINISI LABEL
     ...
     END # AKHIR DEFINISI CLASS
  ...
  END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER
...
END # AKHIR MAP

 

 

Menampilkan MapFile

Untuk menampilkan peta pertama kita, silahkan buka melalui browser dengan perintah:

http://localhost:1111/cgi-bin/mapserv.exe?map=<drive&gt;:\ms4w\apps\latih\map\asean.map&¿ mode=map&layers=all

gambar_3_contoh_tampilan_peta_asean

Atau, untuk lebih mudahnya kita buat suatu file html yang isinya adalah sebagai berikut:

 

<html>
<head>
<title> Belajar Mapserver</title>
</head>
<body>
  <h1> Contoh-contoh Belajar Mapserver</h1>
  <h3>Menu</h3>
  <ul>
    <li><a href="contoh_01.html">Menampilkan Peta Sederhana</a></li>
  </ul>
</body>
</html>

 

Simpanlah dengan nama file peta.html di direktori C:\ms4w\apps\latih\htdocs\

Selanjutnya, buatlah file html baru yang isinya adalah sebagai berikut:

 

<img border="1" src="http://localhost:1111/cgi-bin/mapserv.exe?map=c:\ms4w\apps\latih\map\asean.map&mode=map&layers=all">

 

Simpanlah dengan nama file contoh_01.html dan simpan di C:\ms4w\apps\latih\htdocs\. Pada browser bukalah alamat http://localhost:1111/latih/peta.html sehingga akan muncul tampilan seperti berikut ini.

gambar_4_tampilan_peta_html

Ketika link yang ada pada halaman tsb di klik, akan muncul tampilan peta seperti pada gambar sebelumnya.  Smile

Oke… selamat… sampai tahap ini Anda sudah berhasil menampilkan peta di browser… itu sudah disebut dengan “WebGIS” loh… tapi masih amat-sangat-sederhana-sekali… Winking smileWinking smileWinking smile

 

Tulisan selanjutnya akan membahas bagaimana menampilkan layer ganda… staytuned… (harusnya ga lama sih) Winking smile


74 Responses to “[WebGIS 2] – MapFile pada MapServer”


  1. Februari 9, 2011 pukul 5:56 pm

    jadi inget sama ndas…

  2. Maret 16, 2011 pukul 4:33 pm

    lanjut boss…😀
    mapfile jg terbagi header, body, footer lho. dan sekarang udah bisa dibuat terpisah dengan include utk mempermudah.

  3. 6 kurnia
    Maret 30, 2011 pukul 5:57 am

    # ……
    # …….
    MAP
    NAME debi
    # Map image size
    SIZE 500 400
    UNITS dd

    EXTENT 111.396785 -7.323407 112.614331 -6.647125
    SYMBOLSET “../common/symbols/symbols-pmapper.sym”
    FONTSET “../common/fonts/msfontset.txt”
    RESOLUTION 96
    INTERLACE OFF
    PROJECTION
    ‘proj=longlat’
    ‘ellps=WGS84’
    ‘datum=WGS84’
    ‘no_defs’

    END

    # Background color for the map canvas — change as desired
    IMAGECOLOR 192 192 192
    IMAGEQUALITY 95
    IMAGETYPE png
    OUTPUTFORMAT
    NAME png
    DRIVER ‘GD/PNG’
    MIMETYPE ‘image/png’
    #IMAGEMODE PC256
    EXTENSION ‘png’
    END
    # Legend
    LEGEND
    IMAGECOLOR 255 255 255
    STATUS ON
    KEYSIZE 18 12
    LABEL
    TYPE BITMAP
    SIZE MEDIUM
    COLOR 0 0 89
    END
    END

    # Web interface definition. Only the template parameter
    # is required to display a map. See MapServer documentation
    WEB
    TEMPLATE “map.html”
    IMAGEPATH “/ms4w/tmp/ms_tmp/”
    IMAGEURL “/ms_tmp/”

    # Set IMAGEPATH to the path where MapServer should
    # write its output.
    IMAGEPATH ‘/tmp/’

    # Set IMAGEURL to the url that points to IMAGEPATH
    # as defined in your web server configuration
    IMAGEURL ‘/tmp/’

    # WMS server settings
    METADATA
    ‘wms_title’ ‘debi’
    ‘wms_onlineresource’ ‘http://my.host.com/cgi-bin/mapserv?map=wms.map&’
    ‘wms_srs’ ‘EPSG:4326’
    END

    #Scale range at which web interface will operate
    # Template and header/footer settings
    # Only the template parameter is required to display a map. See MapServer documentation

    END
    REFERENCE

    EXTENT 111.474055 -7.508496 112.537061 -6.462036
    IMAGE “../../images/references.png”
    SIZE 185 140
    COLOR -1 -1 -1
    OUTLINECOLOR 255 0 0
    END # Reference
    SCALEBAR
    STATUS on
    TRANSPARENT off
    INTERVALS 4
    SIZE 200 3
    UNITS kilometers
    COLOR 144 50 207
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    BACKGROUNDCOLOR 100 100 100
    STYLE 0
    POSTLABELCACHE true
    LABEL
    COLOR 0 0 90
    #OUTLINECOLOR 200 200 200
    SIZE small
    END # Label
    END # Reference

    LAYER
    NAME ‘base_map’
    TEMPLATE “void”
    TYPE POLYGON
    CONNECTIONTYPE postgis
    CONNECTION “host=localhost user=postgres password=mnbvcxz dbname=gis_debi port=5432”
    DATA “the_geom FROM base_map AS new_table USING UNIQUE gid USING SRID=-1”
    METADATA
    ‘wms_title’ ‘base_map’
    “DESCRIPTION” “base_map”
    “RESULT_FIELDS” “nama_kec,luas_kec”
    “RESULT_HEADERS” “nama kec,luas kec”
    “LAYER_ENCODING” “UTF-8″
    END
    STATUS DEFAULT
    TRANSPARENCY 100
    PROJECTION
    ‘proj=longlat’
    ‘ellps=WGS84’
    ‘datum=WGS84’
    ‘no_defs’

    END
    CLASS
    NAME ‘base_map’
    STYLE
    SYMBOL 0
    SIZE 10
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    COLOR 144 50 207
    END
    END
    END

    LAYER
    NAME ‘kecamatan_desa’
    TEMPLATE “void”
    TYPE POLYGON
    CONNECTIONTYPE postgis
    CONNECTION “host=localhost user=postgres password=mnbvcxz dbname=gis_debi port=5432”
    DATA “the_geom FROM kecamatan_desa AS new_table USING UNIQUE gid USING SRID=-1”
    METADATA
    ‘wms_title’ ‘kecamatan_desa’
    “DESCRIPTION” “kecamatan_desa”
    “RESULT_FIELDS” “kecamatan,nama_desa”
    “RESULT_HEADERS” “nama kec,nama desa”
    “LAYER_ENCODING” “UTF-8″

    END
    STATUS DEFAULT
    TRANSPARENCY 100
    PROJECTION
    ‘proj=longlat’
    ‘ellps=WGS84’
    ‘datum=WGS84’
    ‘no_defs’

    END
    CLASS
    NAME ‘kecamatan_desa’
    STYLE
    SYMBOL 0
    SIZE 10
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    COLOR 150 123 90
    END
    END
    END

    mas ada yang salah g di fail map saya ini???soalnya waktu saya jalankan dengan pmapper diya g mw muncul petanya loding terus.

  4. 9 fajar
    Mei 18, 2011 pukul 7:49 am

    Ditunggu kelanjutannya,,kalau bisa jangan lama-lama pak,,makash buat tutorialnya,,

  5. Februari 15, 2013 pukul 10:31 am

    Permisi Mas..salam kenal.saya donni mas.maaf mau nanya .Kalo saya sudah buat map file.map, terus fungsi nya pmapper atau cahmeleon itu fungsinya utnuk apa ya mas?karena saya diberi tau teman saya menggunakan mapscript…atau .phtml dan php mas, namun kok susah ya mas.Minta masukkannya ya Mas.Terima kasih Mas…karena saya lagi ada kesulitan untuk menampilkan peta jalan di web nya..

    • Februari 18, 2013 pukul 8:12 am

      mapfile itu bisa diibaratkan sebagai konfigurasi bagaimana suatu peta akan ditampilkan di browser
      sedangkan mapscript merupakan kumpulan fungsi/method yang digunakan oleh mapserver dalam membaca peta tsb
      selain di PHP, mapscript bisa dikenali di bahasa pemrograman lain seperti perl, python dan java
      masalahnya, tidak semua orang mau mempelajari dan menggunakan mapscript, oleh karena itu dibuatlah framework yang akan memudahkan developer dalam membangun suaru sistem GIS berbasis web. framework tersebut diantaranya adalah pmapper dan Chameleon

      semoga membantu🙂

  6. 13 arif
    Maret 21, 2013 pukul 11:27 am

    numpang tanya dong mas , perintah yang di atas udah di ikutin koq eror yah , nih pesan eror nya
    msLoadMap(): Regular expression error. MS_DEFAULT_MAPFILE_PATTERN validation failed. msEvalRegex(): Regular expression error. String failed expression test.

    maksudnya apa tuh mas , makasih.

    • Maret 21, 2013 pukul 11:39 am

      mungkin versi mapservernya beda?
      yg saya gunakan versi yg agak lama dan kalau mapserver terbaru memang ada bbrp yang harus dirubah di mapfilenya

      boleh tau versi mapservernya brp?

  7. 15 arif
    Maret 21, 2013 pukul 12:01 pm

    setelah dikotak katik kodingan nya , eror nya jadi berubah kaya gini :
    mapserv(): Web application error. Traditional BROWSE mode requires a TEMPLATE in the WEB section, but none was provided.

    ini kodingan nya :

    #
    # Komentar untuk mapfile
    #
    MAP # tanda awal mapfile
    NAME Indonesia # nama mapfile
    IMAGETYPE JPEG # bisa juga GIF, PNG
    EXTENT 73.33 -10.28 160.20 5.80 # B1,L1,B2,L2
    STATUS ON
    UNITS DD
    SIZE 600 400 # ukuran image yang dihasilkan
    SHAPEPATH “../data/asean/” # bisa juga “:\ms4w\……\data\asean\” “../data/asean/”
    IMAGECOLOR 108 166 205

    #
    # Mulai pendefinisian layer
    #
    LAYER # tanda awal definisi layer
    NAME Asean # nama layer
    DATA asean-oceania # nama shapefile “Acean-oceania.shp”
    STATUS ON # layer dimunculkan
    TYPE POLYGON # untuk tipe poligon
    CLASS
    NAME “Asean”
    STYLE
    COLOR 255 255 255 # warna latar putih
    OUTLINECOLOR 108 166 205 # warna batas luar poligon
    END # akhir style
    END #akhir class
    END #akhir definisi layer
    END # akhir mapfile

  8. 16 arif
    Maret 21, 2013 pukul 12:27 pm

    setelah di kotak katik lg bisa mas ….

  9. 18 avin
    Juni 17, 2013 pukul 8:20 pm

    mas. saya kopas mapfile di blog ini. tapi pas dibuka di browser, ada error, katanya Web application error. Traditional BROWSE mode requires a TEMPLATE in the WEB section, but none was provided.

    apakah saya buat templatenya mas? kalo boleh tau file template ini gimana?

    • Juni 18, 2013 pukul 8:00 am

      mapserver versi berapa?
      soalnya di versi 5.0.2 tidak ada masalah tuh

      coba dibagian sebelum LAYER ditambahkan 3 baris ini:

      WEB
      TEMPLATE “../htdocs/template.html”
      END

      • 20 avin
        Juni 18, 2013 pukul 10:37 pm

        sebelumnya ada error bgini
        mapserv(): Web application error. Traditional BROWSE mode requires a TEMPLATE in the WEB section, but none was provided.

        udah saya tambah mas..
        jadi map saya di template itu ditampungnya, tapi mapnya ga keshow..
        ada dua line yang saya ganti,
        1 SHAPEPATH “/var/www/data/asean/”
        2 DATA “/var/www/data/asean/asean-oceania.shp”

        nah itu dia mas, gimana cara mengetahui versi mapserver?
        ngomong2 saya pakai OS linux debian mas..
        saya bener2 pemula disini..

        makasi mas atas jawabannya🙂

      • Juni 19, 2013 pukul 7:14 am

        pake linux berarti instal pake FGS ya?
        versi mapserver tinggal jalankan saja perintah:
        mapserv -v

        klo di windows:
        /ms4w/Apache/cgi-bin/mapserv.exe -v

  10. 22 avin
    Juni 19, 2013 pukul 1:40 pm

    saya nginstallnya pake command ‘apt-get install cgi-mapserver mapserver-bin’, mas..
    salah ya mas :|?

    mapserv -v, command not found😐

  11. 26 avin
    Juni 19, 2013 pukul 2:11 pm

    makasi mas.. saya coba install yg versi 5 deh..
    makasi mas..hehhehe

  12. 27 sinta
    Juli 9, 2013 pukul 6:22 pm

    mas mau nanya donk, di browser nya tampil done..tp jpegnya ga muncul apa2, kenapa ya mas??

    • Juli 16, 2013 pukul 1:24 pm

      maksud tampil “done” itu gmn ya?
      perasaan tidak ada perintah untuk menuliskan teks “done”
      biasanya klo tidak tampil ya minimal ada pesan errornya😀

  13. 29 wahyu
    Agustus 23, 2013 pukul 9:55 pm

    pak salam kenal
    pak mohon antuan bantuannya kalo error “Premature end of script headers: mapserv.exe”
    itu kenapa pak ya ??

    saya pakek phpMyAdmin – 2.10.1 (data spatial mysql nya)
    MS4W – MapServer 4 Windows – version 1.6
    koneksi type ogr
    ini file.map saya :

    # PetaDasar Kabupaten Banyuwangi
    # Batas KEC,desa,jalan dll
    #
    MAP
    NAME “BANYUWANGI”
    IMAGETYPE JPEG
    EXTENT 812316.035000 9027640.578351 896766.183853 9126979.666365 # B1,L1; B2,L2
    STATUS ON
    UNITS DD
    SIZE 800 600
    IMAGECOLOR 255 255 255

    SYMBOLSET “C:\ms4w\apps\banyuwangigis\etc\symbols.sym”
    FONTSET “C:\ms4w\apps\banyuwangigis\etc\fonts.txt”
    #
    # Definisi layer
    #
    LAYER
    NAME “Kecamatan”
    TYPE POLYGON
    STATUS DEFAULT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT BatasAdmin,kecamatan from batasadmin”
    CLASS
    NAME “Kecamatan”
    STYLE
    COLOR 100 255 100
    OUTLINECOLOR 199 255 199
    END
    END
    END
    #

    #
    LAYER
    NAME “sungaibesar”
    STATUS DEFAULT
    TYPE LINE
    SIZEUNITS PIXELS
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT sungaibesar from sungaibesar”
    CLASS
    STYLE
    SYMBOL ‘garis’
    WIDTH 1
    COLOR 100 100 255
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “danau_kawah”
    STATUS DEFAULT
    TYPE LINE
    SIZEUNITS PIXELS
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT danau_kawah from danau_kawah”
    CLASS
    STYLE
    SYMBOL ‘garis’
    WIDTH 1
    COLOR 152 152 152
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “bataskecamatan”
    STATUS DEFAULT
    TYPE LINE
    SIZEUNITS PIXELS
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT bataspolyline from bataspolyline”
    CLASS
    STYLE
    SYMBOL ‘garis’
    WIDTH 1
    COLOR 255 10 10
    END
    END
    END
    #

    LAYER
    NAME “Ibukota”
    STATUS DEFAULT
    TYPE POINT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT Ibukota,kecamatan from ibukota”
    LABELITEM “kecamatan”
    CLASS
    NAME “ibukota”
    STYLE
    SYMBOL ‘circle’
    SIZE 10
    COLOR 255 10 10
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    END
    LABEL
    COLOR 0 0 0
    FONT sans
    TYPE truetype
    SIZE 10
    POSITION AUTO
    PARTIALS FALSE
    OUTLINECOLOR 255 255 255
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “jalan”
    STATUS DEFAULT
    TYPE LINE
    SIZEUNITS PIXELS
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT Jalan,layer from jalan”
    CLASS
    STYLE
    SYMBOL ‘garis’
    WIDTH 2
    COLOR 100 100 100
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “relka”
    STATUS DEFAULT
    TYPE LINE
    SIZEUNITS PIXELS
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT relka,layer from relka”
    CLASS
    STYLE
    SYMBOL ‘dash’
    WIDTH 2
    COLOR 0 0 0
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “bandara”
    STATUS DEFAULT
    TYPE POINT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT bandara,nama from bandara”
    LABELITEM “nama”
    CLASS
    NAME “bandara”
    STYLE
    SYMBOL ‘star’
    SIZE 8
    COLOR 255 20 20
    END
    LABEL
    COLOR 255 20 20
    FONT sans
    TYPE truetype
    SIZE 8
    POSITION AUTO
    PARTIALS FALSE
    OUTLINECOLOR 255 255 255
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “stasiun”
    STATUS DEFAULT
    TYPE POINT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT stasiun,nama from stasiun”
    LABELITEM “nama”
    CLASS
    NAME “stasiun”
    STYLE
    SYMBOL ‘square’
    SIZE 5
    COLOR 0 0 0
    END
    LABEL
    COLOR 0 0 0
    FONT sans
    TYPE truetype
    SIZE 8
    POSITION AUTO
    PARTIALS FALSE
    OUTLINECOLOR 255 255 255
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “terminal”
    STATUS DEFAULT
    TYPE POINT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT terminal,nama_termi from terminal”
    LABELITEM “nama_termi”
    CLASS
    NAME “terminal”
    STYLE
    SYMBOL ‘square’
    SIZE 5
    COLOR 0 0 255
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    END
    LABEL
    COLOR 0 0 255
    FONT sans
    TYPE truetype
    SIZE 8
    POSITION AUTO
    PARTIALS FALSE
    OUTLINECOLOR 255 255 255
    END
    END
    END
    #
    LAYER
    NAME “pelabuhan”
    STATUS DEFAULT
    TYPE POINT
    CONNECTIONTYPE OGR
    CONNECTION “MySQL:banyuwangigis,user=root,port=3306”
    DATA “SELECT pelabuhan,nama from pelabuhan”
    LABELITEM “nama”
    CLASS
    NAME “terminal”
    STYLE
    SYMBOL ‘star’
    SIZE 8
    COLOR 0 0 255
    OUTLINECOLOR 0 0 0
    END
    LABEL
    COLOR 0 0 255
    FONT sans
    TYPE truetype
    SIZE 8
    POSITION AUTO
    PARTIALS FALSE
    OUTLINECOLOR 255 255 255
    END
    END
    END
    #
    END

    trimakasih sebelumnya ^_^ v

    • Agustus 24, 2013 pukul 9:55 am

      berhubung sy blm pernah pake mysql spatial, jadi bingung juga knp error tsb muncul
      tapi berdasarkan hasil googling, sepertinya lebih baik di debug per layer, kira2 layer mana yg menyebabkan muncul error tersebut
      soalnya klo banyak layer spt itu agak susah tracing-nya

      semoga membantu

      • 31 wahyu
        Agustus 29, 2013 pukul 8:43 am

        udah saya debug pak per layer tetep ae sama gk bisa semua
        lalu saya cobak pakek file shp nya eh mau ternyata
        apa mysql saya bermasah yaa ??
        aduh binun pak udah dead line project nie😥

      • Agustus 29, 2013 pukul 9:09 am

        berarti itu masalahnya di koneksi ke mysql atau di data spatial mysql-nya
        tapi sayangnya sy blm pernah pake mysql spatial, soalnya jodohnya GIS itu (menurut sy pribadi) klo bukan PostGIS ya Oracle Spatial :p
        jadinya sy ga pernah ngulik mysql spatial

        mungkin pembaca yg lain ada yg pernah coba?😀

    • 33 astya
      November 19, 2013 pukul 12:17 pm

      sedikit membantu

      coba cek dulu di database mysql.apakah ada field ogc_geom.kalau misal tidak ada berarti kurang tepat dalam konversi shp ke mysql.misal sudah ada fieldnya maka penulisan di mapfilenya mungkin harus ditambah pada bagian ini
      DATA “SELECT pelabuhan,nama from pelabuhan” menjadi DATA “SELECT pelabuhan,nama,ogc_geom from pelabuhan”

      #contoh mapfile
      LAYER
      NAME “jalan”
      TYPE LINE
      STATUS ON
      CLASSITEM “kelas_jalan”
      CONNECTIONTYPE OGR
      TOLERANCE 0.1
      CONNECTION “MYSQL:xxxx,user=root,password=,host=localhost,port=3306”
      DATA “SELECT kelas_jalan,ogc_geom FROM jalan_250k”
      TRANSPARENCY 100
      TEMPLATE void
      PROJECTION
      “init=epsg:4326”
      END#projection
      METADATA
      “DESCRIPTION” “jalan”
      “ows_title” “Batas Administrasi Kabupaten”
      END # Metadata
      PROCESSING “LABEL_NO_CLIP=ON”
      PROCESSING “CLOSE_CONNECTION=DEFER”
      CLASS
      NAME “jalan1”
      EXPRESSION “JALAN PROPINSI”
      STYLE
      COLOR 255 25 190
      OUTLINECOLOR 0 0 0
      END

      END#class
      CLASS
      NAME “jalan”
      EXPRESSION “JALAN NEGARA”
      STYLE
      WIDTH 3
      COLOR 255 0 0
      OUTLINECOLOR 0 0 0
      END
      END#class

      END #layer

  14. 34 yudhi
    November 12, 2013 pukul 1:52 pm

    mas mau tanya nih. . .
    kok data sya dan map sya di mysql g bisa kebaca yah di ms4w??
    gmana ngatasinya padahal file .map udah sya masukkan kedalam folder ms4w/apps??
    file .mapnya jadi gak ke baca di web browser.

  15. 38 yudhi
    November 13, 2013 pukul 5:30 pm

    mas mau tanya neh kok sya install chameleon ada pesan eror wktu buka ” forbiden to akses with this server” cara ngatasinnya gmana ya??
    iya itu shapefilenya buat pake software apa?

  16. 42 yudhi
    November 14, 2013 pukul 3:42 pm

    itu yang versi 0.8 mas yg versi baru gak bisa pluginya buat lgsg konversi ke mapfile. . .
    ap buat mapfile coding di atas sama ajh buat shp dari berbagai buatan mas?

    • November 14, 2013 pukul 3:58 pm

      wow… versi 0.8 ?O_o
      saya pake Quantum GIS 1.8.0

      tapi disarankan bikin sendiri aja dari awal (melalui tutorial di web ini :D) biar ngerti tiap barisnya
      nanti klo dah jago & banyak mapfile yg mesti dibikin, baru deh pake bantuan Quantum GIS
      enak loh klo dah paham masing2 sintaks-nya, jadi begitu ada error di mapfile ga bakalan panik😀

  17. 45 yudhi
    November 14, 2013 pukul 4:04 pm

    emg versi 1.8 plugin buat konversi ke mapserver mapfile ada?
    ap nambah sendiri?
    kalo nmbah sendiri gmana mas cranya sya g bisa?😀

  18. 47 yudhi
    November 28, 2013 pukul 10:23 am

    mas saya lagi. . ..
    hehe. . .
    kok gak bisa yah generate

  19. 51 yudhi
    November 29, 2013 pukul 10:42 am

    udah bisa mas skg. . .
    cman mau tanya ajh mas ksih coding yg lebih kompleks dong buat webnya. . .
    hehe😀

  20. Januari 22, 2014 pukul 2:15 pm

    alow mas,.salam kenal! aq mhs TI ngambil TA “SIG tata ruang kota berbasis web”,..mohon referensi framework yang support dengan MS4W 3.0 dalam pembuatan aplikasi SIG berbasis webnya,..sy coba pake chameleon koq eror trus ya,.(gk support PHP 5)! atau ada solusi lain ?? terima kasih sebelumnya (subanstanis@gmail.com)

  21. 58 amatirGIS
    April 20, 2014 pukul 4:44 pm

    mas ,,, saya mau gabungkan tabel kecamatan, kelurahan, sama tabel serangan penyakit,, trus datanya itu dikelompokan sesuai “id” dari tabel kecamatan, dan menghasilkan satu field baru yaitu Jumlah serangan penyakit pada satu kecamatan,

    nah kalo di MAPFILE gimana caranya buat mendefinisikan field baru tersebut ? , kalo yg saya baca2 cuman bisa mengambil data dari field yang sudah ada di databasenya ,,,,,

  22. 59 Fauzhan
    Juni 22, 2015 pukul 12:20 pm

    mas, kalo mapserver 4 itu harusny, gak masalah yah.. sya nemuin kode eror seperti ini :
    msEvalRegex(): Regular expression error. String (
    maksudny gmn y ? mksh

  23. 63 Fauzhan
    Juni 22, 2015 pukul 2:21 pm

    sy lpa pasang data.zip ny trnyt.. Link data zip ny sudah tidak berlaku y mas…., jdny blm bisa di dwnload…

  24. 65 Suryadi
    September 11, 2015 pukul 4:51 pm

    salam..

    saya mau menampilkan data raster berupa ECW, tapi gagal terus .Namun kalo saya memanggil file png atau jpg yang sudah saya convert dari ecw tersebut citranya bisa dimunculkan.
    apakah ada setting tertentu untuk memanggil file ECW tersebut, kemudian berapa maksimal kapasitas file Raster yang bisa di panggil.

    Terima kasih.

  25. November 11, 2015 pukul 8:24 pm

    gan…bole nanya dikit dong,…saya bikin mapserver di bsd nih ceritanya. Ketika saya cek memakai url query dengan mode map “localhost/cgi-bin/mapserv?map=……&mode=map”….jalan….tapi ketika saya rubah ke mode browse kog error (broken image) ya?waktu saya cek di directory temporary untuk image, memang image nya gak ada. Setting directory untuk temporary image sudah saya cek semua. Kenapa ya?

  26. 71 Azis
    Januari 14, 2016 pukul 10:47 am

    maaf pak tanya
    saya baru belajar membuat Web GIS menggunakan Pmapper ketika pake .shp file bisa muncul tetapi pas diubah pake postgresql kok peta ga keluar ya ???

    di log errornya muncul seperti ini :

    PHP Warning: mapObj::draw(): [MapServer Error]: msDrawMap(): Failed to draw layer
    PHP Warning: mapObj::draw(): [MapServer Error]: msPostGISLayerWhichShapes(): Error executing query

    mohon bantuannya
    terimakasih

  27. Agustus 21, 2016 pukul 12:51 pm

    mas klo di localhost petanya gak muncul aqpa masalahnya tapi pas tak lihat di eror log ini munculnya. [Sun Aug 21 11:45:58.505428 2016] [cgi:error] [pid 1080:tid 868] [client 127.0.0.1:49220] AH01215: Incorrect setting for ‘error_log’ in ‘php.ini’. Set to a valid file name.: C:/ms4w/Apache/cgi-bin/php-cgi.exe, referer: http://localhost/denie/peta/map_default.phtml tolong bantuannya ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


arioss

Arsip

Blog Stats

  • 68,494 hits

RSS Fokus ITB

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: